Ipeh menyampaikan, perbaikan jalan kerap kali dilakukan. Namun, kondisi jalan kembali rusak akibat kendaraan bermuatan berat dari proyek pembangunan di sekitar lokasi.
"Iya, ini udah di apa ya udah dibenerin halus, udah baru, hampir belum ada 2 tahun, ya begini lagi. Karena apa ya, mobil proyek kan banyak. Molen segala macam lah," ujar Ipeh.
Warga lainnya, Wanti, menjelaskan bahwa kerusakan jalan memburuk seiring tingginya aktivitas alat berat dan armada angkutan umum berkapasitas besar.
"Ya karena sekarang ada proyek itu lho, kan alat-alat berat lewat sini. Otomatis muatan ya sering di tempat, mobil-mobil busway, muatan-muatan besar kan pengaruh," jelas Wanti di lokasi yang sama.
Wanti berharap jalanan dapat diperbaiki. Namun, ia mengatakan hal tersebut tidak memungkinkan jika proyek masih berjalan.
"Ya pengin dibenerin. Tapi kalau untuk saat ini benerin kan nggak mungkin, kan? Soalnya kan masih banyak alat berat yang lewat sini. Entar cuma nanti malah runyam rugi biaya. Kalau untuk saat ini kalau diperbaiki, terus alat-alat berat lewat ya sebulan dua bulan juga rusak lagi," pungkas Wanti.