"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," ujarnya.

Ia mengatakan pemantauan kondisi kebakaran di kawasan tersebut dilakukan via drone dari jarak 350 meter. Titik api tersisa berupa pohon berdiri yang sudah terbakar sebelumnya, dalam kondisi terisolasi dan tidak merambat.

"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani Lombok tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026.