Pembukaan kembali akses didukung personel lapangan, operator alat berat, penyedia jasa, dan konsultan. Sebanyak tiga ekskavator, dua vibro roller, satu motor grader, serta lima dump truck dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan dan menjaga jalur tetap dapat digunakan.

Meski lalu lintas telah kembali bergerak, pengamanan jalur sementara perlu terus diperkuat, terutama untuk mengantisipasi risiko kendaraan tergelincir. Satgas PRR mengusulkan penambahan agregat pada bagian jalan yang menggunakan pelat baja sekaligus pemeriksaan berkala terhadap permukaan jalan dan daya dukung jalur detour.

Penanganan lanjutan diarahkan pada pembangunan dinding penahan tanah yang diperkuat bore pile untuk mengembalikan badan jalan ke posisi semula. Pekerjaan tersebut perlu memperhatikan kestabilan lereng, kekuatan badan jalan, sistem drainase, dan potensi pergerakan tanah ketika hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.