"Jadi, katakanlah misalnya harusnya 300 mili di kandung kencing bisa tuntas. Tapi hanya sisa 150 karena nggak tuntas. Tekanan dari atas ada lagi. Lama-lama tinggi, kan, bisa ke atas ke ginjal," katanya.

Menurutnya, jika gangguan pola kencing ini diperiksakan ketika gejalanya baru muncul, masih ada harapan untuk kembali normal. Namun, berbeda kasusnya jika pasien mengabaikan gejalanya dan tidak memeriksakan diri ke dokter.

"Ternyata ginjalnya sudah terganggu fungsinya. Mungkin itu sudah harus diperiksa oleh dokter penyakit dalam khusus ginjal. Atau cuci darah kalau ginjal yang terganggu fungsinya," ungkapnya.