NADIKABAR.COM — Candaan tarik kursi kembali menelan korban jiwa. Siswa di Pariaman, Sumatera Barat meninggal dunia beberapa waktu lalu usai cedera karena jatuh saat kursinya ditarik di sekolah.

Kendati sempat tampak membaik setelah mengalami cedera, siswa tersebut kemudian mengembuskan napas terakhir. Kabar ini kemudian meluas di media sosial TikTok.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Citra Ariani, Sp KP, M Biomed membenarkan bahwa jatuh akibat candaan tarik kursi di lingkungan sekolah dapat menimbulkan cedera serius. Benturan pada tulang belakang dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan cedera sumsum tulang belakang atau spinal cord injury (SCI).

Citra menjelaskan, cedera sumsum tulang belakang terjadi saat trauma atau luka fisik merusak bagian dari sistem saraf pusat di dalam tulang belakang. Kerusakan ini dapat terjadi langsung saat benturan maupun setelahnya, yang berkembang lewat proses cedera sekunder.

Akibatnya, orang yang mengalami cedera sumsum tulang belakang terganggu dalam fungsi gerak, sensorik dan reflek organ tubuh, bahkan berpotensi kehilangan nyawa.

Citra mengatakan, trauma keras pada tulang belakang dapat menyebabkan cedera primer dan cedera sekunder. Cedera primer dapat merusak sel-sel saraf atau pembuluh darah yang memperdarahi serabut saraf.