Tak sekadar menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh, film ini juga menampilkan nuansa lokal lewat karakter serta cara bertutur yang lekat dengan keseharian masyarakat Sulawesi. Sentuhan tersebut membuat kisah keluarga dan dinamika kehidupan sehari-hari terasa lebih ringan, meski tetap mengangkat berbagai persoalan yang cukup kompleks.

Sementara itu, Abu menyebutkan bahwa film ini akhirnya akan tayang setelah 4 tahun rampung produksi. Ia menyebutkan film ini digarap pada tahun 2022 silam.

"Ya (suasana syuting tahun 2022). Makanya tampilan anak-anak (para pemeran) di film dengan sekarang agak berbeda mi," ujar Abu.