Peristiwa itu juga memicu kebakaran akibat jatuhnya drone ke sebuah gedung berlantai 21. Sebanyak 400 orang dievakuasi. Namun Vorobyov tidak merinci asal-usul drone tersebut.

Serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang diduduki oleh Moskow, dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum, menurut keterangan pihak berwenang.

Serangan drone tersebut terjadi di saat Kyiv meningkatkan kampanye serangan drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, khususnya yang menyasar infrastruktur energi untuk menargetkan sumber pendapatan vital Kremlin guna mendanai upaya perang mereka, yang kini telah memasuki tahun kelima. Serangan drone tersebut juga menyasar area kilang minyak di Moskow.

"Sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan," tambah Sobyanin.

Ia menyebut bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dan layanan darurat telah berada di lokasi kejadian. Kilang minyak utama ini sebelumnya telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi satu sama lain.

Peristiwa ini juga terjadi setelah warga Rusia mulai memberikan suara pada hari Jumat dalam pemilihan parlemen pertama di negara itu sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022-langkah yang memicu konflik yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa.