Secara terpisah, laporan media ABC News yang mengutip dua pejabat AS menyebutkan bahwa pemerintahan Trump saat ini tidak memiliki rencana untuk melancarkan aksi militer secara langsung terhadap Houthi. Penilaian tersebut, menurut para pejabat AS itu, dapat berubah jika ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah meningkat.

Konflik Yaman kembali memanas baru-baru ini setelah situasi relatif tenang selama beberapa tahun terakhir, usai gencatan senjata disepakati.

Eskalasi terbaru bermula pada awal Juli, kelompok Houthi menyatakan bahwa pasukan mereka berhadapan dengan "pesawat-pesawat tempur" Saudi yang berupaya mencegah sebuah pesawat sipil Iran untuk mendarat di Bandara Internasional Sanaa.

Sejak saat itu, Houthi kembali melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman, yang didukung internasional, dan target-target di Saudi. Houthi, yang didukung oleh Iran ini, juga mengumumkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi dan kembali menyerang kapal-kapal di Laut Merah.