Para penyintas menggambarkan situasi mengerikan ketika mereka terlempar ke udara, terjebak di antara reruntuhan gerbong, hingga harus memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.
Tragedi tersebut menyoroti kerentanan jalur Madrid-Sevilla yang mulai beroperasi pada 1992. Jalur itu masih mengandalkan sistem LZB yang lebih lama, alih-alih teknologi keselamatan European Rail Traffic Management System (ERTMS) yang lebih modern.
Kecelakaan tersebut menjadi insiden maut kedua di jalur yang sama dalam sembilan bulan terakhir, setelah kecelakaan pada Januari di dekat Cordoba yang menewaskan 46 orang.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan