NADIKABAR.COM — PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Jasa Marga Business & Service Immersion.

"Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Rivan menjelaskan bahwa operasional jalan tol memiliki fungsi strategis dalam mengawal kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional.

Menurut dia, pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik.

"Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Rivan menambahkan bahwa kegiatan "business immersion" ini adalah bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD selama sembilan bulan.

Dalam kegiatan ini, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan, mendukung penegakan hukum, hingga menjadi dasar dalam perumusan rekayasa lalu lintas.

Dalam kesempatan yang sama, VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM) Dumoli HM Sirait menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan "Action Learning Project (ALP)".

"Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun 'Action Learning Project' yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN," ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta diajak mendalami empat stasiun pembelajaran (learning stations) yaitu Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat.

Pengalaman peserta kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi langsung Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat monitoring dan koordinasi operasional jalan tol.

Melalui fasilitas ini, peserta melihat bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, hingga mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.

Pengalaman peserta tidak berhenti pada pemaparan dan peninjauan lapangan. Peserta juga diajak memecahkan studi kasus operasional melalui diskusi kelompok, dengan menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan penguraian kepadatan rest area. Hasil analisis kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga.

Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya "business insight" dan "leadership lesson" bagi seluruh peserta P3MD.

Ia juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama Jasa Marga.

"Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata," katanya menambahkan.