Pada 12 September, warga menemukan mayat di Pulau Enggano, Bengkulu. Polisi kemudian melakukan identifikasi terhadap mayat itu.

Terbaru, Polda Banten mengungkap identitas jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadatu 1, bernama Surakman (50). Jasad korban teridentifikasi karena cocok dengan DNA sang anak, Yayat Suryadi.

"Jenazah MR X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat, Tuan Yayat ini adalah yang sebelah kanan, sebagai putra kandung dari bapak Surakman ABK Kapal Arupadatu 1, yang meliput erupsi Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026," kata Kapolda Banten Irjen Hengki, dalam konferensi pers, Rabu (23/9).