Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kolaborasi antardaerah menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan investasi. Pasalnya, Kota Semarang memiliki keterbatasan lahan untuk membangun kawasan industri berskala besar.
Karena itu, Semarang diarahkan untuk memperkuat sektor perdagangan dan jasa, dengan dukungan daerah penyangga yang memiliki potensi industri serta sumber daya lainnya.
"Kota Semarang tidak bisa sendiri. Pemerintah Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan," ujarnya.
Agustina menambahkan Sembiz yang telah digelar sebanyak 19 kali menjadi wadah untuk mempertemukan investor dengan berbagai peluang usaha. Pemerintah Kota Semarang juga terus mengevaluasi pelaksanaan forum sebelumnya agar peluang kerja sama yang muncul dapat ditindaklanjuti.
Salah satu potensi yang ditawarkan kepada investor adalah pengembangan kawasan wisata Tinjomoyo dengan tetap mempertahankan fungsi hutannya. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurut Agustina, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan investasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara bersama-sama.