"Tunjukkan bahwa kiblatnya paralimpik nasional ada di Jawa Tengah," tegasnya.

Luthfi menegaskan Pemprov Jateng juga memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet berprestasi. Khusus untuk disabilitas, Pemprov Jateng telah memberikan afirmasi kepada atlet berprestasi untuk diberikan jaminan kesejahteraan.

"Kelompok disabilitas dan kelompok rentan ini harus diopeni dan diperhatikan. Jawa Tengah punya program bagi mereka yang punya keahlian, kita masukkan ke BUMD dan BUMN. Juga kita berikan keterampilan bagi kelompok rentan agar bisa mandiri," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pelatihan kepada para atlet melalui pelatnas. Ia berharap para atlet bisa meraih medali di Asian Para Games ke-5 Nagoya nanti.

Ia mengungkapkan Jawa Tengah merupakan provinsi terbanyak yang mengirim wakil untuk kontingen Indonesia. Hal itu tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa dari Pemprov Jateng untuk perkembangan dan pembinaan atlet NPCI Jawa Tengah.