Berdasarkan data, angka kemiskinan di Jateng per Maret 2026 tercatat 9,21 persen atau 3,29 juta penduduk, atau turun 0,18 persen dibandingkan September 2025 sebesar 9,39 persen.

Capaian penurunan itu, kata dia, perlu terus dijaga melalui kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga.

Termasuk juga Baznas Jateng, serta sektor swasta melalui program Corparate Social Responsibility (CSR), diperkuat juga melalui program Kecamatan Berdaya.

"Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri, kita menerapkan 'collaborative goverment' (pemerintahan kolaboratif) dengan berbagai pihak, termasuk 177 kampus. Akademisi kita terjunkan untuk membantu mereduksi kemiskinan," katanya.

Selain Pemprov Jateng, beberapa kabupaten di Jateng juga mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut, di antaranya Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo untuk kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.