Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pernyataan di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa penghargaan tersebut sebagai bukti kolaborasi yang dilakukan di Jateng mampu mengendalikan harga bahan pokok penting dan menjaga daya beli masyarakat sehingga inflasi tetap stabil.

Berdasarkan data, inflasi Jateng pada Agustus 2026 tercatat 3,08 persen (year on year/YoY), sedangkan inflasi nasional sebesar 3,19 persen.

"Kita punya BUMD (Badan Usaha Milik daerah) yang melakukan intervensi kebutuhan bahan pokok penting di seluruh kabupaten/kota, di samping intervensi yang dilakukan oleh dinas-dinas, Bank Indonesia Jateng, dan 'stakeholder' terkait lainnya," katanya.