Melalui halaqoh tersebut, Jatma Aswaja menegaskan dukungannya terhadap agenda pembangunan nasional yang menempatkan desa dan masyarakat akar rumput sebagai salah satu basis pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.

Bagi Jatma Aswaja, seluruh rangkaian halaqoh bermuara pada pentingnya membangun kemandirian dari desa. Pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi simpul talenta, pengetahuan, pemberdayaan, dan konektivitas ekonomi masyarakat.

β€œYang kita bangun adalah ekosistem. Ada pesantren, ada desa, ada talenta, ada industri, ada pemerintah, dan ada masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, potensi yang besar ini bisa menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” kata Helmy.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat menjadi hal penting membantu menggeliatkan perekonomian bangsa dari desa.