"Kami bersama Pangdam sedang menuju lokasi untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan," ucapnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Budi Rachmat menjelaskan, helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Heli itu mengalami gangguan teknis saat melakukan pengambilan air untuk pemadaman karhutla.
Insiden tersebut terjadi di perairan Desa Sungai Perlu dan menyebabkan delapan personel yang berada di dalam helikopter harus menjalani proses evakuasi oleh tim gabungan.
"Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu," ujarnya.