NADIKABAR.COM — Pulau Jawa dan Bali masih menjadi pusat pertumbuhan atlet bola basket usia dini di Indonesia, seiring meluasnya pembinaan dasar yang menekankan kemampuan individu, karakter, nutrisi, dan pengalaman bermain.

"Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah di Jawa hingga Bali konsisten melahirkan pemain muda namun potensi daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan," kata Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri, Minggu.

Dia menjelaskan pembinaan usia dini seharusnya tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran utama. Proses latihan perlu memberi ruang kepada anak untuk menikmati permainan dan membangun kemampuan dasar sebelum memasuki kompetisi.

"Yang paling penting karena di usia dini itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban," ujar legenda Indonesia Basketball League (IBL) berjuluk "Raja Steal" itu.

Lebih lanjut Dimaz menjelaskan, tempatnya kini bernaung memiliki empat cabang, yakni dua di Surabaya serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta. Kurikulumnya tidak hanya mencakup tentang teknik bola basket, tetapi juga pembentukan karakter dan edukasi nutrisi.