Oleh sebab itu, kata Prabowo, tidak mungkin Indonesia hanya dipimpin satu partai. Keberadaan delapan partai di parlemen saat ini, menurutnya sudah sangat efisien. Sebab, banyak negara lain yang parlemennya diisi belasan bahkan puluhan partai.
Presiden lantas mengambil contoh Jepang dan Inggris. Meskipun hanya dua partai politik di dua negara tersebut, terjadi beberapa kali perdana menteri dalam 5 tahun.
"Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan. Jadi demikian pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar, 7 partai dari 8 partai di parlemen. Dan kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien," beber Prabowo.