NADIKABAR.COM — Lima bayi orangutan ditemukan di sebuah hutan di distrik Balasore, negara bagian Odisha, India timur, pekan lalu. Satwa yang habitat alaminya berada di Sumatra dan Kalimantan itu ditemukan petugas kehutanan saat berpatroli.
Kementerian Kehutanan Indonesia meminta otoritas India menyelidiki asal-usul orangutan berbulu kemerahan tersebut dan memulangkannya jika terbukti berasal dari Indonesia.
Temuan ini tentunya memunculkan satu pertanyaan: bagaimana satwa eksotis tersebut masuk ke India? Bagaimana negara tersebut menjadi bagian dari jalur perdagangan ilegal satwa liar?
Penemuan lima bayi orangutan tersebut lantas menimbulkan kebingungan.
"Penemuan di pesisir timur India ini cukup membingungkan. Kasus ini mirip dengan kejadian beberapa tahun lalu, ketika sejumlah kanguru hidup ditemukan berkeliaran di jalan raya di Benggala Barat," kata Kanitha Krishnasamy, Direktur TRAFFIC untuk Asia Tenggara, jaringan pemantau perdagangan satwa liar, kepada DW.
"Apa yang dilakukan orangutan di India? Apakah mereka diselundupkan dari negara asalnya, Malaysia atau Indonesia, atau berasal dari sebuah fasilitas?" tanyanya.
Pemerintah Odisha kemudian meminta Biro Pengendalian Kejahatan Satwa Liar menyelidiki bagaimana satwa yang statusnya terancam punah tersebut bisa sampai ke wilayah itu.
"Hewan-hewan ini tidak ditemukan di India dan sebagian besar hidup di hutan hujan Malaysia, Indonesia, Kalimantan, dan Sumatra di Asia Tenggara," kata Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Odisha, Ganesh Ram Singh Khuntia.
"Kami menduga sindikat penyelundupan satwa liar internasional mungkin telah melepaskan mereka di hutan distrik Balasore."
Orangutan menjadi satwa terbaru dalam serangkaian temuan satwa liar eksotis di India.
Pada November 2024, otoritas di Bengaluru menyita 40 satwa langka yang tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia. Di antaranya ada kura-kura raksasa Aldabra, owa, buaya Amerika, dan iguana.