NADIKABAR.COM — Pondok pesantren (ponpes) di Indonesia bukan sekadar rumah belajar agama, melainkan bukti sejarah peradaban Islam di Nusantara. Di tim redaksi bukti-bukti sejarah tersebut adalah eksistensi Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebagai salah satu pondok pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur.

Ponpes Bahrul Ulum menyimpan sejarah panjang sebagai pusat ilmu agama yang melahirkan ulama-ulama besar. Ponpes ini juga memiliki nilai historis dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Merangkum dari laman Madrasah Aliyah (MA) Unggulan K.H. Abd Wahab Hasbulloh Tambakberas Jombang, Ponpes Bahrul Ulum didirikan pada 1825 di Dusun Gedang, Kelurahan Tambakberas oleh KH Abdus Salam atau yang dikenal dengan sebutan Mbah Shoichah atau Kiai Shoichah.

Menilik sejarah berdirinya Ponpes Bahrul Ulum, awalnya KH Abdus Salam membangun perkampungan santri dengan mendirikan sebuah langgar atau musala dan tempat pondokan sementara bersama dengan 25 pengikutnya. Karena jumlah pengikutnya inilah, Ponpes Bahrul Ulum juga dikenal dengan sebutan Pondok Selawe (dua puluh lima).

Disebutkan dalam laman Bahrul Ulum, perjuangan KH Abdus Salam kemudian dilanjutkan oleh menantunya, yakni Kai Utsman dan Kai Said. Setelah Kiai Said wafat, ponpes beralih di bawah pengasuhan Kiai Hasbullah. Pada masa ini, Masjid Tambakberas dibangun berdampingan dengan pondok induk.

Sepeninggalan Kiai Hasbullah, pengasuhan ponpes dilanjutkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah dibantu oleh adik-adiknya, yakni KH Abdul Hamid Hasbullah dan KH Abdurrahim Hasbullah.

Di bawah pengasuhan KH Abdul Wahab pula, tepatnya pada 1967, ponpes ini resmi diberi nama Bahrul Ulum. Tidak lama kemudian, salah satu tokoh utama pendiri NU ini berpulang ke rumah Allah SWT pada 29 Desember 1971.

Sepeninggalan KH Abdul Wahab Hasbullah terhitung sejak 1987, kepemimpinan Ponpes Bahrul Ulum dipegang secara kolektif oleh Dewan Pengasuh yang diketuai oleh KH M Sholeh Abdul Hamid.

Pada masa kepemimpinan ini, didirikan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang diketuai oleh KH Ahmad Fatih Abdul Rohim.

Para kiai yang mengasuh Ponpes Bahrul Ulum, di antaranya KH M Sholeh Abdul Hamid, KH Amanullah, dan KH Hasib Abdul Wahab. Kemudian Ponpes Bahrul Ulum mengalami perkembangan sangat pesat hingga muncul berbagai macam ribat atau kompleks di bawah asuhan KH M. Sholeh Abdul Hamid.

Setelah KH M Sholeh Abdul Hamid wafat pada 2006, majelis pengasuh diteruskan oleh KH Amanullah Abdurrahim hingga 2007. Terhitung sejak 2007 hingga kini, Ponpes Bahrul Ulum di bawah pengasuhan KH M. Hasib Wahab Hasbullah.

Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang terpilih menjadi lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Dilansir NU Online, forum musyawarah tertinggi organisasi yang mempertemukan utusan muktamirin dari seluruh cabang dan wilayah di Tanah Air ini digelar pada 27-31 Agustus 2026.

Forum ini digelar untuk melaksanakan sidang resmi penetapan keputusan strategis organisasi dan kepengurusan, serta merumuskan program rekomendasi yang menjadi pedoman gerakan NU selama lima tahun mendatang.