Guterres mengakui bahwa gencatan senjata singkat, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Oktober 2025, "memberikan sedikit kelegaan. Namun, hal itu belum menghasilkan keamanan, bantuan kemanusiaan yang memadai, ataupun jalan yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian."

Israel, yang masih menguasai sebagian besar wilayah Gaza, menolak untuk menarik pasukannya hingga pelucutan senjata Hamas terverifikasi. Di pihaknya, Hamas mengusulkan pelucutan senjata secara bertahap, alih-alih penyerahan seluruh persenjataannya secara langsung dan sepihak.

Sejak serangan tahun 2023, Israel telah melancarkan serangan militer di berbagai front, terutama dengan menginvasi Lebanon selatan untuk menghadapi Hizbullah-gerakan Islamis yang didukung oleh Teheran-serta melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari bersama Amerika Serikat.