NADIKABAR.COM — Dewan Pakar telah memilih 4 pemenang DPD RI Awards 2026, dengan 1 penerima penghargaan per kategori. Ada 5 tokoh dari mulai pimpinan lembaga hingga akademisi yang menjadi Dewan Pakar DPD RI Awards 2026.
Adapun kelima Dewan Pakar DPD RI Awards 2026, yakni Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc.; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.; Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol.; Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H.; dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. Sementara itu, ada 4 kategori penghargaan dalam DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.
Dirangkum NadiKabar, Selasa (3/11/2026), perjalanan DPD RI Awards 2026 telah dimulai sejak Juli tahun ini. Tahap pertama adalah proses pendaftaran sejak 27 Juli hingga 23 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Ketika pendaftaran ditutup, panitia menerima 1.112 pendaftar DPD RI Awards 2026.
Dari 1.112 pendaftar itu dipilih 200 nama yang masuk 50 besar per kategori. Proses berlanjut dengan pemilihan 10 besar per kategori, artinya ada 40 nama yang terpilih. Selanjutnya 10 kandidat per kategori itu dipilih Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 hingga terpilih 4 penerima penghargaan.
Kemudian, 4 pemenang DPD RI Awards 2026 per kategori itu akan diumumkan pada Senin, 9 November 2026. Malam puncak penghargaan ini digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung di NadiKabar.
Kembali terkait 5 Dewan Pakar DPD RI Awards 2026, berikut sekilas profilnya:
Fadli Zon merupakan Menteri Kebudayaan RI sejak 21 Oktober 2024 pada Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.
Fadli Zon menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dan Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris. Ia meraih gelar S3 di Program Studi Sejarah FIB UI.