NADIKABAR.COM — Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai salah satu barometer utama kancah otomotif Tanah Air. Hadirnya local hero di kancah MotoGP Mandila diharapkan menjadi spirit tumbuhnya pembalap muda dari Kota Malang.
Atmosfer adu kecepatan membakar semangat para pecinta balap saat Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola hadir langsung dalam agenda ride dan nonton bareng (nobar) Moto GP seri Aragon, Spanyol, di Kota Malang pada Minggu (30/8/2026).
Agenda yang digagas bersama komunitas motor lokal ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan sebuah langkah dalam menggaungkan promosi gelaran akbar MotoGP Mandalika mendatang.
Malang dipilih bukan tanpa alasan, kota dingin ini dinilai menyimpan DNA balap yang kuat serta konsisten melahirkan talenta papan atas.
"Agenda hari ini adalah bagian daripada promosi dari event yang kita banggakan yaitu MotoGP, dan harapannya agar warga Malang juga bisa mendukung local hero kita. Yakni Veda dan Mario," ujar Ananda Mikola kepada wartawan, Minggu sore.
Ananda menambahkan bahwa jejak sejarah Malang di dunia balap menjadi pertimbangan utama digelarnya nonton bareng MotoGP bersama komunitas motor.
"Kenapa memilih Malang? Ya itu dia, karena seperti yang Pak Wali Kota bilang, Malang ini banyak melahirkan juara-juara di dunia otomotif," ucap Ananda.
Sementara terkait persiapan ajang balap Grand Prix 2026 di Sirkuit Mandalika sendiri kini telah memasuki tahap akhir.
Menurut Ananda, kesiapan fasilitas dan sarana pendukung sudah menembus angka 70 hingga 80 persen dengan fokus utama menjaga kondisi lintasan agar tetap prima.
Optimisme MGPA untuk mendongkrak jumlah penonton tahun ini juga melambung tinggi. Faktor utamanya adalah kehadiran pebalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, yang bakal berlaga di kelas Moto2 dan Moto3.
Meski persaingan di tingkat internasional terbilang ketat, kehadiran wakil tuan rumah diyakini menjadi magnet kuat bagi masyarakat untuk menonton di Mandalika.
"Tahun lalu penonton mencapai 145 ribu, tahun ini targetnya 150 ribu karena tribun kita memang kapasitasnya sekitar 31 ribu. Keberadaan Veda dan Mario ini sangat mem-boost penonton untuk hadir. Kami optimis mereka bisa mencapai hasil yang maksimal," jelas mantan pebalap nasional tersebut.
Ananda juga memastikan bahwa harga tiket untuk gelaran tahun ini tetap dipertahankan alias tidak mengalami kenaikan. "Untuk harga tiket tetap, dengan kapasitas hampir 31 ribu penonton. Tahun kemarin 145 ribu penonton, target tahun ini 150 ribu," tegasnya.
Langkah pembinaan atlet muda juga menjadi sorotan penting. Lewat peran Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang kini dipimpin oleh Moreno Suprapto.
Sinergi pembinaan balap terus digenjot untuk mencetak regenerasi penerus setelah Veda dan Mario, salah satunya melalui nama-nama potensial seperti Rama Dippa.
Dukungan penuh turut mengalir dari Pemerintah Kota Malang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut hangat terpilihnya Malang sebagai pusat kegiatan promosi dan nobar MotoGP.
Menurut Wahyu, antusiasme masyarakat terhadap ajang balap merupakan bagian integral dari karakter warga Malang.
"Saya yakin warga Malang ini senang dengan balapan. Di Malang ada istilah '3B', dan salah satu B-nya adalah balapan. Selama ini event balap selalu dipenuhi penonton. Karena di Mandalika ada event skala internasional dan ada local hero yang mewakili Indonesia, saya yakin warga Malang pasti akan berbondong-bondong ke Mandalika untuk menonton secara langsung," ungkap Wahyu Hidayat terpisah.
Wahyu menambahkan bahwa ajang nobar semacam ini menjadi pelecut semangat dalam menghidupkan kembali iklim otomotif daerah, sejalan dengan komitmen Kota Malang dalam mengusung program 1.000 event. "Ini akan menjadi semangat baru bagi Kota Malang," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Ananda Mikola dan Wali Kota Malang memberangkatkan komunitas motor untuk melakukan touring berkeliling Kota Malang untuk mengaungkan penyelenggaraan Grand Prix MotoGP di Mandalika.