NADIKABAR.COM — Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka—yang akrab disapa Babah Alun—mengungkap dirinya diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kerja Presiden RI sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Hal tersebut diungkap oleh Jusuf Hamka saat menceritakan dirinya ditelepon oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan diundang ke Istana Negara, Jakarta, pada Jumat siang.

“Jam 6.35 (pagi, red.), ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulilah, Pak, negara mempercayai saya,” kata Jusuf Hamka menjawab pertanyaan wartawan.

Dia lanjut menceritakan balasan Teddy setelahnya.

“Betul, Bapak Presiden minta,” ujar Jusuf Hamka menceritakan isi percakapannya dengan Seskab Teddy, Jumat pagi.

Oleh karena itu, Jusuf Hamka mengaku tidak butuh alasan khusus untuk menyanggupi permintaan Presiden Prabowo.

“Kalau diminta negara, enggak boleh ditolak. Kita harus berbakti,” kata Jusuf Hamka.

“Kita bangun negeri kita tercinta ini,” kata dia melanjutkan.

Sejak pukul 14.30 WIB, sejumlah tokoh dari berbagai latar organisasi dan keahlian tiba di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Mereka kompak mengenakan jas lengkap dengan dasi berwarna biru muda—pakaian yang biasa dikenakan oleh pejabat-pejabat yang akan dilantik oleh Presiden di Istana. Sebagian besar dari mereka juga didampingi oleh anggota keluarganya, antara lain istri dan anak-anaknya.

Tokoh-tokoh yang akan dilantik sebagai Wantimpres hari ini itu mencakup Pratikno, yang merupakan mantan menko PMK, kemudian Hatta Rajasa.

Ada juga Haedar Nasir, Soekarwo, Chairul Tanjung, mantan ketua MK Anwar Usman, Budi Gunawan—mantan kepala BIN dan mantan Menko Polkam.

Ada pula Syahganda Nainggolan, yang mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi berwarna biru muda. Ia didampingi oleh istri dan anaknya. Informasi yang beredar tetapi belum terkonfirmasi, Syahganda kemungkinan akan mengisi posisi kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Muhammad Qodari.