NADIKABAR.COM — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat diseminasi informasi World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui kemitraan dengan media guna memperkenalkan potensi dan karya pelaku ekonomi kreatif daerah ke tingkat global.

Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam pembangunan nasional.

"Ekonomi kreatif mempunyai tempat penting dalam visi dari Presiden Prabowo Subianto. Pengembangan industri kreatif terbukti menjadi bagian dari Asta Cita. Tujuannya jelas yaitu untuk memperkuat kewirausahaan, membuka lapangan kerja berkualitas, serta menambah nilai dari produk bangsa," katanya.

Menurut Fadli, dukungan terhadap penyelenggaraan WCCE 2026 menjadi momentum untuk memperluas pengenalan produk dan karya kreatif Indonesia, khususnya yang berkembang di berbagai daerah.

Karena itu, Bakom memperkuat kemitraan dengan media untuk menyebarluaskan informasi mengenai potensi, perkembangan, serta kontribusi pelaku ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 6,86 persen pada 2025 dengan nilai mencapai Rp1.757,87 triliun.

Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,11 persen.

Selain itu, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau setara dengan 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional.

Kontribusi tersebut mencerminkan peran berbagai profesi kreatif, mulai dari perajin batik, desainer, pengembang gim hingga pekerja industri perfilman, dalam menggerakkan perekonomian.

"Pemerintah memandang ekonomi kreatif sebagai simbol kekuatan nasional. Kekuatan ini tumbuh dari daerah, dari tangan para kreator di seluruh nusantara," ujar Fadli.

Ia menegaskan Bakom tidak hanya akan mengintensifkan dialog dengan media, tetapi juga memastikan informasi mengenai program pemerintah di sektor ekonomi kreatif serta penyelenggaraan WCCE 2026 tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Melalui diseminasi tersebut, pemerintah berharap kisah keberhasilan dan inovasi pelaku kreatif daerah semakin dikenal sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi kreatif global.

WCCE 2026 yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober di Jakarta.

Konferensi internasional tersebut bertujuan memperkuat reputasi dan kepemimpinan Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif global serta mendorong sektor tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan dunia menuju 2030.

Rangkaian kegiatan WCCE 2026 akan berlangsung di dua lokasi, yakni Hotel Indonesia Kempinski dan Creative Village di kawasan sekitar Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.