Berdasarkan spesifikasi teknis, jembatan tersebut dirancang dengan daya tampung beban maksimal 2 ton, dengan aturan penggunaan aman di kisaran 60 persen kapasitas.

Penyelenggara sebelumnya telah memasang rambu peringatan di kedua ujung jembatan dengan batasan maksimal tiga pejalan kaki atau satu unit sepeda motor secara bergantian. Namun, saat acara peresmian berlangsung, diperkirakan terdapat lebih dari 40 orang yang berada di atas jembatan secara serentak.

"Sebelumnya sudah diuji coba sekitar satu minggu sebelum peresmian pada bulan Agustus dengan dua motor dan enam orang, kondisinya aman. Namun saat kejadian kemarin diperkirakan ada 40 orang lebih di atas jembatan," tambahnya.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program nasional Presiden RI guna membuka akses fasilitas pendidikan, pertanian, kesehatan, dan pariwisata di wilayah terisolasi. Proyek tersebut dikerjakan secara padat karya dan gotong royong bersama masyarakat tanpa menggunakan sistem kontraktual.