Menurutnya, program tersebut tidak sekadar menghadirkan layanan kesehatan ke rumah, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember menghadirkan konsep dokter keluarga atau dokter pribadi bagi masyarakat kurang mampu.

Pada tahap awal, Pemkab Jember menargetkan sekitar 25.000 warga menjadi penerima manfaat. Target tersebut diharapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 50.000, 100.000, bahkan 200.000 penerima sesuai dengan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember.

"Homecare ini betul-betul sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu mewujudkan dokter keluarga, dokter pribadi untuk keluarga yang tidak mampu," katanya.

Namun, Gus Fawait menegaskan bahwa layanan homecare memiliki cakupan berbeda dengan pelayanan kegawatdaruratan. Mobil Home Care difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi warga yang mengalami sakit berkepanjangan maupun lanjut usia yang tinggal seorang diri.