NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyiapkan upacara kedinasan untuk menyambut kedatangan jenazah dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Jenazah Alfonsius rencananya tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026).
Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah akan menjemput jenazah Alfonsius. Upacara kenegaraan juga akan digelar saat pemakaman.
"Kami yang menjemput dan nanti ada upacara kenegaraannya saat pemakaman," ujar Juventus saat dikonfirmasi NadiKabar, Jumat (11/9/2026).
Keluarga Alfonsius, Glory Hutagalung, mengatakan Alfonsius merupakan sosok yang sangat sopan dan sedia membantu orang lain.
"Almarhum orangnya sangat baik, berteman dengan siapa saja. Sangat sopan, kalau tolong orang dengan sepunuh hati," ujar Glory saat dikonfirmasi NadiKabar, Jumat.
Glory mengatakan saat ini pesawat sedang transit di Nabire. Mereka bermalam di Makassar dan melanjutkan perjalanan besok, Sabtu (12/9/2026), dari Makassar-Denpasar, Denpasar-Labuan Bajo, lalu ke Maumere.
Alfonsius merupakan salah satu korban penembakan terhadap tiga pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penembakan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9). Ketiganya saat rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.
"Dalam kejadian tersebut menyebabkan tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan," kata Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu (9/9).
polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya tiga pegawai Pemkab Jayawijaya tersebut. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang disebut berjumlah delapan orang.
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan olah TKP pada Kamis (10/9). Petugas menemukan tiga selongsong peluru dan jejak darah yang tertinggal di lokasi kejadian.
"Kita temukan tiga selongsong (peluru), di antaranya dua berukuran 5,56 milimeter, ini amunisi dari senjata api laras panjang. Lalu satu selongsong kaliber 9 milimeter, ini adalah amunisi dari senjata api laras pendek," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Yusuf mengatakan pihaknya juga telah memeriksa saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya. Dari keterangan yang diperoleh, penyidik telah mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri terduga pelaku.
"Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran," beber Yusuf.
"Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah sekitar delapan orang. Tentunya kita kejar, insyaallah kita dapat karena identitas pelaku sudah kita kantongi," lanjutnya.