Sehari-hari Tihwin bekerja sebagai tenaga ahli dekorasi pada jasa penyelenggara pernikahan. Sedangkan Taruno sehari-hari bekerja sebagai guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Dalam kejadian kecelakaan kapal tersebut, Taruno berangkat ke Kalimantan Selatan untuk mencari tambahan penghasilan bagi keluarganya. Sementara Tihwin ikut mendampingi sang kakak dalam perjalanan tersebut.

Kepergian Tihwin meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga perguruan tinggi.

Keluarga berharap anak-anak dari Tihwin dan Taruno mendapatkan bantuan keringanan biaya pendidikan setelah kehilangan tulang punggung keluarga.