Selain persaingan, Jendi menilai faktor usia menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kerja lebih keras dalam latihan maupun pertandingan.
"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus bekerja lebih keras lagi di Asian Para Games Nagoya," ujar Jendi.
Motivasi Jendi juga berlipat berkat dukungan keluarga. Meski istri dan anaknya tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan di Nagoya, dia mengatakan dukungan dari Indonesia tetap menjadi tenaga tambahan baginya.
"Di Nagoya mereka kebetulan tidak bisa ikut, tetapi itu tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," kata Jendi.