NADIKABAR.COM — Atlet para renang Indonesia Jendi Pangabean bertekad mempertahankan prestasinya pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Persiapannya sekarang sudah pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kami sudah hampir 100 persen," kata Jendi di Nagoya, Rabu.
Peraih medali emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games 2018 dan 2022 itu mengatakan kondisi dan program latihannya telah memasuki tahap akhir.
Pelatih menargetkan Jendi kembali membawa pulang medali dari Nagoya. Namun, atlet asal Sumatera Selatan tersebut memilih tidak menjadikan target itu sebagai beban.
"Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan menyumbangkan medali," ujarnya.
Asian Para Games 2026 menjadi penampilan keempat Jendi pada pesta olahraga terbesar Asia bagi atlet disabilitas tersebut.
Dia datang ke Nagoya dengan modal positif setelah sebelumnya meraih tujuh medali emas pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Menurut Jendi, capaian tersebut menjadi tambahan motivasi, meski dia menyadari tingkat persaingan Asian Para Games jauh lebih tinggi.
"Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin. Jadi saya harus benar-benar fokus untuk bisa menghasilkan yang terbaik bagi Indonesia," katanya.
Selain persaingan, Jendi menilai faktor usia menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kerja lebih keras dalam latihan maupun pertandingan.
"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus bekerja lebih keras lagi di Asian Para Games Nagoya," ujar Jendi.
Motivasi Jendi juga berlipat berkat dukungan keluarga. Meski istri dan anaknya tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan di Nagoya, dia mengatakan dukungan dari Indonesia tetap menjadi tenaga tambahan baginya.
"Di Nagoya mereka kebetulan tidak bisa ikut, tetapi itu tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," kata Jendi.