NADIKABAR.COM — Jennifer Coppen buka suara terkait perseteruannya dengan sejumlah netizen Malaysia. Persoalan tersebut diketahui bermula dari candaan Jennifer saat membalas salah satu komentar di TikTok yang berkaitan dengan sepak bola.

Candaan tersebut kemudian berkembang dan memicu hujatan dari sejumlah netizen Malaysia. Bahkan, Jennifer menyebut anaknya, Kamari, turut menjadi sasaran hujatan.

Jennifer mengaku sudah terbiasa menerima hujatan dari netizen. Namun, ia meminta agar anak kecil tidak dilibatkan dalam persoalan tersebut.

"Dihujat? Iya, dihujat. Tapi it's okay, kayak aku udah biasa dihujat. Jadi aku udah bodo amatlah kalau misalkan aku dihujat. Tapi tolonglah nggak usah bawa-bawa anak kecil tuh ya," kata Jennifer Coppen di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (3/10/2026).

"Kalau misalkan kalian orang dewasa, kenapa bisa kayak bawa anak kecil sih kalian? Gitu. Nggak usah lebay banget ya," lanjutnya.

Jennifer mengatakan hujatan tersebut hingga kini masih berdatangan. Meski begitu, ia merasa tidak pernah bermaksud menghina pihak mana pun melalui candaan yang dibuatnya.

"Masih banyak banget. Padahal juga kalau misalkan dilihat aku nggak pernah menghina siapa pun atau pihak mana pun. Tapi ya I get it, mungkin lagi sensitif atau panas atau gimana. Tapi aku nggak ambil apa... ambil ke hati sih," ujarnya.

Di tengah polemik tersebut, Jennifer juga mengungkap reaksi sang suami, Justin Hubner, yang akrab disapa Papa Jusa. Menurut Jennifer, Justin justru menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi untuk menghadapi pertandingan pada 5 Oktober.

"Papa Jusa malah menjadikan itu motivasi untuk menang tanggal 5. Dia malah semakin ingin membuktikan, semakin ingin menang, dan hopefully dia bisa menang," tutur Jennifer.

Terkait hujatan yang turut menyasar anaknya, Jennifer mengaku sebenarnya sempat memiliki keinginan untuk membalas satu per satu komentar tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak memperpanjang masalah.

"Sebenarnya kalau aku sih pengen banget rasanya membalas semua satu per satu ya. Pengen rasanya mengkasusi satu per satu, tapi nanti penjara penuh ya, jadi mending jangan," ucapnya.

Jennifer memilih untuk mengabaikan komentar-komentar negatif tersebut dan tidak membiarkannya memengaruhi pikirannya.

"Baiknya aku diemin dan cuekin, and that's what I'm doing. Kayak aku nggak terlalu ngebiarin apa, negative people get into my mind. I don't care what they say. Yeah, they can keep talking, but I don't care," katanya.

Meski merasa tidak bermaksud menghina siapa pun, Jennifer tetap menyampaikan permintaan maaf apabila perkataannya dianggap menyakiti hati sejumlah netizen Malaysia.

"Minta maaf. Aku minta maaf kalau mungkin perkataan aku ada yang menyakiti hati mereka, tapi itu nggak pernah niat aku untuk menghujat atau menghina siapa pun," kata Jennifer.

Ia juga memilih memaafkan orang-orang yang telah menghina anaknya. Jennifer berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran agar tidak kembali melibatkan anak-anak dalam konflik orang dewasa.

"Dan buat teman-teman yang udah menghina anak saya, it's okay-lah saya maafkan ya. Semoga kalian bisa belajar untuk tidak seperti itu lagi," ujarnya.

Jennifer kemudian menyinggung bahwa dirinya juga melihat adanya komentar yang menghina perempuan dalam polemik tersebut. Ia meminta para netizen untuk mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum melontarkan hujatan.

"Karena aku lihat banyak juga yang menghina perempuan juga ya. Kalian bakal punya anak suatu saat nanti juga, apalagi cowok-cowok juga suka menghujat. Kalian nanti punya anak juga, jangan sampai kalian merasakan apa yang aku rasakan," tuturnya.

Jennifer kemudian menjelaskan bahwa polemik tersebut awalnya tidak bermula dari persoalan serius. Semua berawal ketika dirinya membalas salah satu komentar di TikTok dengan sebuah candaan.

"Awal mulanya cuman karena aku bercanda balas salah satu komentar di TikTok. Dari situlah terus terjadi tambah ke mana-mana. Oke semua, terima kasih!" pungkas Jennifer.

Sebelumnya, aktris Jennifer Coppen menjadi sasaran hujatan netizen Malaysia setelah memberikan komentar bernada sindiran (sarcasm) terkait performa Timnas Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Perseteruan tersebut semakin memanas di media sosial karena melebar hingga menyeret kehidupan pribadi dan putrinya, Kamari.