Quad kerap dipandang sebagai kekuatan penyeimbang terhadap meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.
Meski bidang kerja sama Quad terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari keamanan maritim dan mineral kritis hingga perlindungan kesehatan dan teknologi baru, China mengkritik inisiatif kelompok tersebut karena dinilai membendung pengaruhnya di kawasan.
Dalam pertemuan pada Sabtu, para menteri luar negeri juga menyelaraskan pandangan tentang situasi di kawasan Indo-Pasifik, termasuk perkembangan di Laut China Selatan dan Laut China Timur, serta kondisi di Timur Tengah, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.
Dalam pertemuan tersebut, Motegi menyampaikan penolakan keras terhadap segala upaya mengubah status quo secara sepihak melalui penggunaan kekuatan atau intimidasi, kata kementerian tersebut.
Sementara itu, Rubio menegaskan bahwa Quad tidak dibentuk untuk menentang negara mana pun.
"Jika kami menyampaikan kekhawatiran dalam forum Quad, hal itu berkaitan dengan perilaku dan aktivitas tertentu. Saat ini, aktivitas atau perilaku tersebut berulang kali dilakukan oleh satu negara," kata Rubio dalam konferensi pers.
"Hal itu tentu dapat dilihat oleh semua pihak. Namun, Quad bukan aliansi yang dibentuk untuk menentang China ataupun negara mana pun," ujarnya.
Menurut dokumen bersama tersebut, untuk memperkuat diplomasi perdagangan, para menteri luar negeri sepakat membentuk forum bisnis bersama yang akan mempertemukan para pemimpin industri, pejabat pemerintah, dan pakar kebijakan dari keempat negara.