Kerja sama tersebut berlangsung di bawah Perjanjian Akuisisi dan Layanan Bersama (ACSA), yang berlaku mulai Agustus lalu, kata Koizumi kepada para wartawan.

"Penerapan pertama perjanjian ini merupakan langkah penting dan menjadi simbol bahwa kerja sama pertahanan antara kedua negara telah memasuki tahap baru," ujar Koizumi.

Jepang dan Filipina, yang keduanya merupakan sekutu Amerika Serikat, telah meningkatkan kerja sama keamanan mereka dalam beberapa tahun terakhir sebagai respons atas sikap China di perairan Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan.