NADIKABAR.COM β Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyerukan kebebasan navigasi melalui jalur perairan vital di Timur Tengah dalam pertemuan PBB, sebelum kemudian menggelar pembicaraan dengan menlu Maladewa dan Fiji.
Pertemuan di New York pada Rabu (23/9) tersebut menghadirkan para menlu dan pejabat dari 53 negara dan organisasi.
Pertemuan itu berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa pasar energi yang terdampak oleh penutupan efektif jalur perdagangan Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dengan Iran dapat menghadapi krisis lebih lanjut akibat gangguan di Selat Bab el-Mandeb, yang dianggap sebagai rute alternatif.
Dipimpin bersama oleh enam negara dan satu organisasi, termasuk Jepang dan Uni Eropa, pertemuan tersebut menyampaikan dukungan untuk memulihkan navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Jepang.
Motegi juga menyuarakan penolakan terhadap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut Cina Timur dan Selatan, menutur kementerian. Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada sikap China yang semakin asertif.
Sedangkan dalam pertemuan terpisah dengan menlu Maladewa dan Fiji, Motegi menegaskan komitmen kerja sama Jepang di berbagai sektor termasuk pertahanan. Dia juga menyebut kedua negara tersebut sebagai mitra penting dalam mempertahankan tatanan internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan aturan hukum.
Dalam pembicaraan bersama Menteri Luar Negeri Fiji Sakiasi Ditoka, Motegi menyambut baik keberhasilan serah terima kapal patroli pada bulan Juni di bawah skema bantuan keamanan resmi Jepang.
Program itu bertujuan untuk memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara yang memiliki pemikiran yang sama melalui penyediaan peralatan dan perlengkapan, serta bantuan untuk pembangunan infrastruktur.
Motegi juga menyampaikan niat negaranya untuk memberikan dukungan nyata bagi ketahanan dan kebebasan menentukan nasib sendiri bagi Fiji seiring upaya Jepang mengusung konsep βIndo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka.β
Ditoka menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja sama yang telah terjalin di berbagai bidang.
Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Maladewa Iruthisham Adam, Motegi sepakat untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang di tengah situasi internasional yang sangat menantang dan kian memanas.
Motegi juga berterima kasih kepada Maladewa atas kerja sama pertahanan yang kokoh, yang menjadi fondasi utama bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan