NADIKABAR.COM — Kementerian Transportasi Jepang pada Selasa merilis kebijakan baru yang mengelompokkan underpass ke dalam empat tingkat berdasarkan risiko banjir untuk mencegah kecelakaan setelah terjadinya sejumlah kematian akibat hujan lebat.
Otoritas jalan setempat akan mengelompokkan setiap underpass berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi topografi dan riwayat banjir. Tingkat 1 menunjukkan lokasi dengan risiko paling tinggi.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang juga menetapkan langkah penanganan untuk setiap tingkat risiko.
Untuk underpass dengan risiko tertinggi, pemerintah akan memasang gerbang yang dapat menutup akses jalan secara otomatis atau dari jarak jauh ketika banjir terdeteksi.