"Dari perspektif keamanan, sangat penting untuk segera memulihkan fungsi satelit, terutama dalam situasi darurat," kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam konferensi pers pada Oktober, seraya menekankan perlunya akses cepat ke luar angkasa.

Menurut pemerintah Jepang, saat ini sekitar separuh peluncuran satelit negara tersebut masih mengandalkan roket dari luar negeri.

Jepang mengoperasikan konstelasi satelit berukuran kecil untuk memantau berbagai sasaran. Sejumlah pakar telah memperingatkan bahwa China dan Rusia tengah mengembangkan "satelit penghancur" (killer satellites) yang dapat menyerang dan melumpuhkan satelit negara lain.