NADIKABAR.COM — Jepang telah mengembangkan alat pemadam api ramah lingkungan untuk melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan bahan ini, pemadaman api menjadi lebih sedikit menggunakan air.
Jepang menjadi salah satu negara yang masih menghadapi kebakaran hutan parah. Kebakaran hutan pada 2025 menjadi yang terbesar di negara tersebut dalam tiga dekade terakhir, menurut laporan BBC.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) mencatat sekitar lebih dari 5.200 hektare lahan di Jepang utara telah hangus pada awal 2025. Para ahli memperkirakan pemicu kebakaran disebabkan oleh cuaca yang kering dan banyak dedaunan kering di tanah hutan.
Meski tidak seluas negara lain, karhutla di Jepang telah lama ditanggapi serius. Salah satunya dengan inovasi bahan pemadam yang ramah lingkungan.
Pada 2007, sebuah produsen sabun di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, mengembangkan busa pemadam kebakaran berbasis sabun pertama di dunia. Pengembangan ini dilakukan dengan kerja sama tim redaksi produsen sabun, peneliti akademis, dan pemerintah setempat, demikian dilansir laman The Government of Japan, Kamis (27/8/2026).
Pemadam busa sabun dibuat menggunakan surfaktan yang bersumber alami. Surfaktan alami ini biasanya dibuat dari bahan nabati dan/atau mikroorganisme yang mengandung senyawa aktif.