Menurut Budi, Ketapang menjadi prioritas penanganan karena wilayah tersebut mengalami kondisi tanpa hujan dalam waktu cukup lama yang memicu meluasnya titik api.
BNPB mengerahkan helikopter *water bombing* dan patroli udara untuk menjangkau lokasi kebakaran, sementara dukungan Chinook CH-47 dari JSDF memperkuat kemampuan operasi udara di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Perwakilan JSDF mengatakan pasukan Jepang merasa bangga dapat menjalankan misi kemanusiaan sekaligus bekerja bersama TNI dan Polri dalam menangani karhutla di Kalimantan Barat.
“Kami sangat bahagia bisa membantu dan bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia melakukan misi kemanusiaan dalam memadamkan karhutla di Ketapang dengan mengarahkan helikopter water bombing jenis Chinook CH-47,” katanya.