NADIKABAR.COM — Inggris meminta warganya mempersiapkan stok makanan dan minuman selama 3 hari menghadapi situasi krisis. Langkah Inggris ini disebut tergolong baru karena negara Eropa lain seperti Jerman dan Swedia sudah membuat imbauan persiapan untuk krisis bahkan selama 10 hari.

Dilansir BBC, Rabu (28/10/2026), Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa tak terduga 'tampaknya semakin sering terjadi'. Dia mengatakan setiap orang sebaiknya memiliki 'persediaan di rumah untuk membantu Anda melewati saat-saat seperti itu'.

Namun, Pakar Perencanaan Bencana Profesor Lucy Easthope menyebut Inggris tertinggal 'sangat jauh' dibandingkan negara-negara tetangganya dalam hal kesiapsiagaan menghadapi krisis besar.

"Negara-negara seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia-negara-negara Skandinavia-sudah mahir dalam hal ini selama bertahun-tahun," ujarnya.

Dia mengatakan Prancis menyarankan warganya untuk menyimpan persediaan makanan yang cukup untuk 72 jam. Sementara, pemerintah Jerman menyatakan bahwa setiap rumah tangga sebaiknya memiliki persediaan yang cukup untuk jangka waktu 10 hari.

"Ini adalah satu bidang di mana saya bisa dengan yakin mengatakan bahwa kita harus mengejar ketertinggalan yang sangat besar," ujar Easthope.

Menurutnya, kampanye kesadaran seperti 'berpikir untuk 72 jam' telah membawa perubahan besar di Amerika Serikat, Australia, dan di seluruh Eropa. Namun, dia mencatat Inggris malah sering menjadikan pesan terkait kebencanaan sebagai bahan parodi atau pemerintah dituduh sengaja menebar kepanikan.

Bundesamt für Bevölkerungsschutz und Katastrophenhilfe (BBK) yang merupakan lembaga federal tertinggi di Jerman terkait perlindungan sipil dan penanganan bencana telah membuat panduan menghadapi krisis. Salah satunya jika perang terjadi sewaktu-waktu.

"Peristiwa cuaca ekstrem kian sering terjadi. Serangan siber, disinformasi, dan sabotase digunakan untuk menyerang infrastruktur, proses pembentukan opini, serta kohesi sosial. Bahkan gagasan mengenai perang-yang beberapa tahun lalu dianggap sebagai sesuatu yang mustahil-kini tidak lagi terasa begitu jauh dari kenyataan. Jika sesuatu terjadi, ada baiknya kita bersiap," ujar BBK.

BBK meminta setiap rumah di keluarga di Jerman menyiapkan stok makanan dan minuman selama 10 hari. BBK menyebut hal itu penting jika krisis terjadi.

"Setiap rumah tangga sebaiknya mampu mencukupi kebutuhan sendiri selama 10 hari jika memungkinkan. Ini berarti memastikan ketersediaan air, makanan, perlengkapan medis, dan peralatan kebersihan diri untuk keadaan darurat," ujar BBK.

BBK meminta warga untuk menyiapkan makanan siap saji yang tak perlu disimpan di kulkas. BBK juga meminta warga menyiapkan air minum dengan perhitungan kebutuhan minimal 2 liter per orang per hari.

Warga juga diminta menyiapkan power bank dan radio. Hal itu dinilai penting jika sewaktu-waktu krisis terjadi dan memicu gangguan listrik serta komunikasi.

Badan Pertahanan Sipil Swedia juga membuat panduan krisis. Termasuk jika perang terjadi.

"Tingkat ancaman militer kian meningkat. Kita harus bersiap menghadapi skenario terburuk, serangan bersenjata terhadap Swedia," demikian tertulis dalam panduan itu.

Swedia meminta warga tidak boleh menyerah saat ada serangan. Warga diminta bersiap untuk bertahan. Selain perang, warga Swedia juga diminta siap menghadapi krisis seperti bencana besar hingga gangguan IT.

Warga Swedia diminta mempersiapkan stok makanan dan air di rumah setidaknya untuk 1 minggu. Swedia meminta warga menyiapkan minimal 3 liter per hari yang cukup untuk memasak dan minum.

Warga juga diminta mempersiapkan alat penghangat seperti selimut, jaket dan lainnya. Hal itu dinilai perlu jika suhu ekstrem terjadi dan penghangat tidak bisa berfungsi.

Warga juga diminta menyiapkan radio untuk komunikasi darurat. Warga diminta menyimpan makanan kaya energi, mudah dimasak dengan sedikit air, dan dapat disimpan di suhu ruangan dalam waktu lama. Hal itu dianggap penting untuk bertahan hidup.