CENTCOM menyebut kapal kargo tersebut berupaya melintasi perairan kawasan tersebut setelah bertolak dari pelabuhan Iran. Operator kapal kargo tersebut belum memberikan respons.

CENTCOM mengimbau para pelaut di Teluk Oman dan wilayah akses menuju Selat Hormuz untuk mematuhi peringatan blokade, memantau siaran informasi bagi pelaut, serta menghubungi angkatan laut AS. Jumlah kapal yang melintasi selat vital tersebut turun ke tingkat terendah dalam lebih dari dua bulan setelah serangan terhadap kapal tanker mencapai puncaknya pekan lalu.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan gangguan pelayaran dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Sebelum perang pecah, Selat Hormuz menjadi jalur bagi 20% konsumsi minyak dunia.