Para pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa insiden tersebut sedang dalam penyelidikan.

Pangkalan Udara Spangdahlem merupakan markas bagi Sayap Tempur ke-52 Angkatan Udara AS.

Sayap tempur itu bertugas menyediakan kekuatan udara dan dukungan bagi operasi aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan Eropa dan sekitarnya.