Sedangkan untuk kategori 10K membawa pelari menjelajah area pusat kota dengan cakupan lebih luas. Selepas start dari Balai Kota, peserta bergerak menuju Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Basuki Rahmat.

Para pelari kemudian diajak menikmati lanskap lainnya melalui Jalan Embong Malang, kawasan Blauran, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Yos Sudarso sebelum kembali menyelesaikan lomba di kawasan Balai Kota Surabaya.

Rute tersebut membuat peserta tidak sekadar menyelesaikan jarak. Mereka sekaligus melintasi sejumlah koridor pusat kota yang menjadi bagian dari wajah Surabaya. Di sepanjang jalur, penyelenggara turut menyediakan titik water station dan layanan medis untuk mendukung kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.

"Jete Run tahun ini kita mengambil venue yang berbeda dari sebelum-sebelumnya di Citraland. Balai Kota jadi pilihan karena kita ingin menghadirkan nuansa lari dengan konsep lanskap kota modern khas Surabaya yang penuh nilai sejarah. Jadi, sepanjang rute, pelari akan melintasi jalanan dan tempat bersejarah di kota ini," ungkap Jhonny Thio Doran selaku CEO dan Founder Jete dalam rilis kepada NadiKabar.