Eric J. Rubin, Pemimpin Redaksi New England Journal of Medicine (NEJM), mengatakan, jurnal tersebut hanya menerbitkan satu artikel penelitian dari ilmuwan Tiongkok sekitar satu dekade lalu. Pada 2026, jumlahnya telah melampaui 20 artikel. Prof. John K. HSIANG, Ketua Komite Eksekutif Jiahui Health, turut menyoroti kemajuan Tiongkok dalam inovasi medis.
JICC telah mengembangkan rekam jejak dalam penerapan terapi CAR-T dan penanganan pasien dengan hasil jangka panjang yang baik. Pada September 2023, JICC menangani pasien internasional pertama di Tiongkok yang menerima terapi CAR-T axicabtagene ciloleucel (Axi-Cel). Pasien tersebut adalah perempuan asal Singapura yang mengidap limfoma sel B besar mediastinum primer. Lebih dari tiga tahun setelah menjalani terapi, ia masih bebas dari kekambuhan. Sejak pencapaian tersebut, JICC telah memberikan terapi CAR-T kepada pasien dari Singapura, Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Rusia, Hungaria, Selandia Baru, India, Pakistan, Maladewa, serta negara dan wilayah lainnya. Setelah Tiongkok menyetujui Satri-cel (CT041) pada Juni 2026 sebagai terapi CAR-T pertama di dunia untuk mengobati tumor padat, Jiahui menjadi salah satu institusi pertama yang menerapkannya dalam praktik klinis. Rumah sakit ini juga menangani pasien internasional pertama yang menerima terapi tersebut, yakni pasien berusia 59 tahun asal Selandia Baru dengan kanker lambung dan duodenum stadium lanjut.
Prof. Allen WU, President, Jiahui International Hospital, mengatakan, lonjakan permintaan dari pasien internasional turut melatarbelakangi pendirian pusat terapi tersebut. Rumah sakit ini melayani hampir 500.000 kunjungan pasien setiap tahun dengan pasien yang berasal dari 180 negara dan wilayah. Pusat baru ini akan menghubungkan penelitian dengan layanan klinis melalui kolaborasi lintasdisiplin medis dan layanan khusus bagi pasien internasional.