NADIKABAR.COM — Jenewa, (ANTARA/PRNewswire)- Arus pasien internasional yang datang ke Tiongkok untuk mendapatkan layanan medis terus meningkat. Tren ini didorong oleh semakin luasnya akses terhadap terapi inovatif, kemudahan visa, serta perkembangan layanan kesehatan yang dirancang untuk melayani pasien internasional. Hal tersebut disampaikan Dr. John K. Hsiang, Chairman, Jiahui Health Executive Committee, dalam ajang World Trade Organization (WTO) Public Forum 2026.
Dalam sesi "Health Without Borders" yang mengangkat topik "Medical Tourism — Opportunities and Challenges in Services Trade", Dr. Hsiang menjadi satu-satunya perwakilan sektor kesehatan dari Tiongkok yang diundang untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan layanan medis internasional.
Menurut data yang dikutip Dr. Hsiang, rumah sakit terkemuka di Tiongkok yang melayani pasien asing mencatat 1,28 juta kunjungan pasien pada 2025, meningkat 73,6% dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 413.000 kunjungan berasal dari pasien yang memang datang ke Tiongkok secara khusus untuk mendapatkan perawatan medis. Di Jiahui Health, tingkat permintaan informasi dari pasien luar negeri melonjak hampir dua kali lipat secara tahunan pada Semester I-2026.
Pertumbuhan tersebut turut didorong reformasi kebijakan dan pesatnya inovasi medis di Tiongkok. Warga negara dari 57 negara kini dapat memanfaatkan kebijakan transit bebas visa selama 240 jam melalui 65 pelabuhan di Tiongkok. Di sisi lain, kontribusi Tiongkok terhadap obat-obatan yang sedang dalam tahap pengembangan secara global mencapai 33,7%. Pada Juni 2026, Tiongkok menyetujui terapi CAR-T pertama di dunia untuk tumor padat sehingga menarik minat pasien internasional yang ingin memperoleh akses terapi baru tersebut.