"Di lapangan, setiap pemain harus memahami perannya, membaca situasi, dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan. Prinsip yang sama berlaku dalam pengelolaan terminal peti kemas. Kecepatan tanpa koordinasi tidak akan menghasilkan kinerja yang optimal," ujar Max.
Selain itu, JICT juga secara konsisten terus memperkuat transformasi operasional melalui modernisasi peralatan, digitalisasi, serta peningkatan keandalan layanan terminal peti kemas guna mendukung kelancaran arus barang nasional.
Max menambahkan transformasi pelabuhan tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi dan peralatan yang semakin modern, tetapi juga berpusat pada sumber daya manusia sebagai penggerak utama perubahan tersebut.
Oleh karena itu, membangun hubungan yang solid dan budaya kolaboratif dinilai sebagai investasi penting untuk menopang daya saing logistik Indonesia di masa depan.