NADIKABAR.COM — Pada era Dinasti Ming, sekitar tahun 1599 Masehi, seorang kasim bernama Pan Xiang diutus ke Jingdezhen untuk mengawasi pembuatan guci porselen putih bermotif naga biru pesanan kaisar.
Tugas tersebut sangat berat. Guci naga yang diminta berukuran sangat besar dan tebal sehingga amat sulit dibakar. Ketika dimasukkan ke dalam tungku bersuhu tinggi, guci tersebut sangat rawan pecah atau berubah bentuk.
Sesampainya di Jingdezhen, Pan Xiang langsung mencari tukang tungku ke mana-mana. Namun, karena tahu betapa sulitnya membuat guci naga berukuran raksasa itu, orang-orang merasa takut dan tidak ada satu pun yang berani mengambil pekerjaan tersebut.
Hingga akhirnya, muncullah Tong Bin, seorang pemuda kuat dari Desa Li yang bekerja sebagai juru bakar porselen.