Di hadapan sekitar 100 peserta kuliah yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Yale, JK menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai krisis yang saling berkaitan. Konflik bersenjata di sejumlah kawasan berlangsung bersamaan dengan ancaman bencana alam dan persoalan kemanusiaan yang dampaknya melintasi batas negara.

Mantan wakil presiden Indonesia itu turut menyoroti perubahan dinamika kekuatan militer dunia. Menurutnya, kepemilikan persenjataan modern tidak selalu menjamin suatu negara dapat mengalahkan lawannya dengan mudah.

Dia menilai bahwa semangat, strategi, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi turut menentukan kemampuan suatu pihak dalam menghadapi konflik.