Manila Digger, menurut Esteva, juga memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Namun, ia menilai minimnya pengalaman menjadi salah satu faktor yang membuat timnya gagal mempertahankan skor imbang hingga pertandingan berakhir.
"Kami memiliki banyak peluang. Kurangnya pengalaman membuat kami kebobolan pada menit-menit terakhir. Ya, kami merasa sedih, tetapi kami juga bangga dengan pertandingan yang kami tampilkan," katanya.
Esteva mengatakan, laga melawan Persib menjadi ujian terberat yang dihadapi Manila Digger sejauh persiapan mereka musim ini. Sebelum menghadapi Maung Bandung, Manila lebih banyak menjalani pertandingan persahabatan yang, menurutnya, tidak memberikan tuntutan fisik sebesar laga playoff ACL 2.
"Kami bermain dengan cara yang kami persiapkan untuk musim ini. Saya pikir, tentu saja, ini adalah pertandingan terberat yang kami jalani sejauh ini. Sebelumnya kami memainkan beberapa pertandingan persahabatan yang tidak terlalu menuntut kami secara fisik," ungkapnya.
Situasi tim yang kehilangan beberapa pemain juga membuat Esteva tidak memiliki banyak pilihan untuk melakukan penyegaran, khususnya di lini serang. Namun, Manila tetap mampu bertahan dan beberapa kali mencoba mengancam Persib melalui transisi cepat.